Senin, 28 Oktober 2013

Cerpen


WEST



D
ia cantik, halus, dan berbulu. Berwarna putih keabu-abuan, memiliki telinga yang panjang, dan pendengaran yang tajam. Serta pandangan mata yang menusuk, dan memiliki taring yang begitu manis. Ekornya yang bergoyang-goyang saat menyambut aku pulang kerja. Dia selalu menggonggong selayaknya anjing, tapi dia bukan anjing. Dia seekor serigala salju yang begitu menggemaskan. Namanya adalah West. West adalah serigala salju Eropa. Aku mendapatkannya secara tak sengaja.
Kala itu, disaat pinggiran kota sedang ditutupi oleh salju yang lebat, aku keluar penginapan untuk membeli susu, kopi, dan beberapa kudapan. Tak sengaja aku melihat seekor serigala kecil di pinggiran kota, di antara gedung-gedung yang menjulang tinggi, di tengah kesunyian malam yang dingin. Serigala itu ada di dalam sebuah kotak kecil. Aku sama sekali tidak menyadari apa yang ada di dalam  kotak itu. Tiba-tiba kotak itu bergerak-gerak. Aku bingung, dan penasaran. Kudekati, dan,   
“Gukk..!” Aku terkejut. Kotak itu semakin bergerak-gerak. Lalu tiba-tiba, tuing! Kepala seekor anak serigala muncul dari dalam kotak itu. Tuing! Ekornya juga ikut keluar sambil bergoyang-goayang. Matanya biru… Begitu…lucu…! Imut…! Dan menggemaskan..! Langsung kuangkat, dan kugendong serigala kecil itu. Aku sempat berpikir, siapa yang menaruh dan membuangnya? Sungguh kejam! Apalagi dalam keadaan cuaca seperti ini. Karena cuaca semakin memburuk, aku semakin tak tega melihatnya. Lalu, kubawa pulang serigala kecil yang lucu itu.
Aku tahu di penginapan tidak diperbolehkan membawa hewan peliharaan masuk. Jadi, agar penjaga penginapan tidak mencurigainya, kumasukkan dia dalam kotak kardus yang kutenteng seperti tas. Kututup rapat layaknya baju-baju kotor. Aku bergegas masuk. Untunglah, serigala kecil itu tidak bersuara. Sepertinya dia tahu bahwa dia akan dibawa ke tempat yang layak. Dan untungnya si penjaga penginapan sedang sibuk menonton bola.
Sesampainya di dalam penginapan, langsung saja serigala kecil itu kukeluarkan. Dia mengibaskan tubuh, dan ekornya, lalu menjulurkan lidahnya. Aku langsung tahu apa yang ia inginkan. Aku langsung pergi ke dapur mengambil semangkuk susu hangat, dan sepotong roti isi daging. Syukurlah, ternyata ia menghabiskan semua yang aku berikan. Padahal aku tak tahu apakah ia menyukainya atau tidak. Tapi, tetap ia makan dengan lahap.
“Nah, mulai sekarang kamu akan tinggal bersamaku, Oke?” Sambil mengelus-elus kepalanya yang lucu.
“Gukk…!” Jawabnya.
“Hmmm.. Kalau begitu kau akan kuberi nama West..!”
“Gukk.. gukk!”
“Wah, sepertinya kau menyukai nama itu, ya? West… West…!”
“Gukk..!” mengibaskan ekornya.
Aku ingat ketika West masih sering menggigiti bantal tidur. Ia selalu melakukannya saat aku hendak ingin tidur. Aku heran, dan bertanya, apa yang sebenarnya ia mau? Ternyata ia mau aku tidur di dekatnya. Hah? Ada-ada saja. Hampir semua bantal habis digigitnya. Isinya semua berantakkan. Lalu, aku buatkan tempat  tidur khusus untuknya. Ia tidur tepat di sebelahku. Padahal aku selalu kesal dibuatnya ketika ia merusak semua bantal di kamar. Tapi, selalu saja West memperlihatkan wajah sedih ketika kumarahi. Akhirnya aku tak tega membentaknya. Aku sempat bengong seperti orang bodoh. Nih hewan kayak manusia aja, ngerepotin pula! Tapi, West sangat imut…! Kembali aku memeluknya. Ia terlihat begitu manis saat tidur di dalam tempat tidurnya yang dipenuhi dengan bulu-bulu angsa, dan selimut tebal yang telah aku buatkan.
Aku tahu, dan menyadari bahwa West adalah serigala cerdas, dan pandai. Tak pernah buang air di sembarang tempat. Apalagi buang hajat. Ha..ha..ha…! Ketika ia ingin melakukan hal itu, ia langsung pergi ke toilet. Benar-benar lucu kalau membayangkannya. Pernah ketika itu aku sedang mandi, tiba-tiba terdengar suara West yang melolong sambil menggedor pintu kamar mandi dengan menggunakan kepalanya. Aku pikir siapa? Waktu kubuka, dengan cepat West masuk kamar mandi, dan langsung pipis! Oh my God! Dasar, menggelikan.
Kini, West sudah semakin tumbuh, dan besar. Bulunya hangat, halus, lebat, dan tebal. Selalu kupeluk, kumandikan, dan kubersihkan. Matanya semakin tajam, kukunya tak pernah kubolehkan panjang. Soalnya, dia suka menggaruk tanah, dan bila pulang ke rumah selalu dalam keadaan kotor. Tapi West tidak pernah kuberi makan daging karena sejak kecildia memang kubiasakan makan tempe atau tahu, makanan kaleng, serta ikan Tuna yang selalu kumasak terlebih dahulu. Sebab bila seekor serigala dibiasakan memakan daging mentah, dia akan buas dan susah diatur. Jadi, sering tidak terkendali.
West, West, oh West…! Serigala yang lucu, dan engkau adalah peliharaan yang kusayangi. Aku akan membawamu pulang ke Indonesia, dan berharap kau mendapatkan jodoh di sana. Mari kita pulang ke rumah barumu.  

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Karya: Daruhiko Ahmad
Menulis Karya Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar