Bukan Cerita
Cantik
Cerita Harianku, September 2008
Sore itu agak terlalu mendung, tak terlalu hangat untuk beraktivitas
lebih. Aku memutuskan untuk mandi dan membersihkan dari. Temanku datang bermain
ke rumah. Kusuruh ia menunggu. Ia lakukan sambil mengisi baterai Hpnya yang
kosong. Sedangkan aku sibuk sendiri dalam kamar mandi.
Setelah semua telah kuselesaikan, aku keluar dari pintu bersih-bersih
itu. Sambil mengusap-usap rambut, aku memanggil temanku. Saat itu, ia tampak
berkaca-kaca. Aku bingung, ada apa? Dan mengapa? Lalu ia berkata, “Sob, Maria
Meninggal.” Sambil menangis. Aku tersentak kaget harus berkata apa aku tak
tahu.
“Beneran? Dak salah?” Tanyaku.
“Iyo, ini nah.” Memperlihatkan isi SMSnya padaku.
“Cubo kau telpon dulu bener nian apo idak.”
“Sudah, dan kato sepupunyo iyo nian, Maria ninggal.” Tangisnya semakin
menjadi. Dia sempat menyesal karena beberapa hari nomor kartu Hpnya tidak bisa
aktif karena rusak. Saat ia telah memperbaiki nomornya malah sesuatu hal yang
tak diharapkan ia dapatkan. Tidak hanya itu, ia juga sempat berselisih paham
dengan kekasihnya itu dan merasa bersalah akan kejadian yang ia lakukan.
Aku bingung. Aku terdiam melihat dia semakin bersedih dan tak menerima
akan kenyataan yang ada. Lalu ia memutuskan untuk pergi langsung ke Indralaya
untuk melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi. Sore itu juga dengan
melepaskan air matanya, temanku langsung berangkat ke Indralaya untuk menemui
kekasih hati yang telah terbaring kaku.
Esok harinya, kabar duka kini telah terdengar jelas. Penyebab kematian
sang kekasih. Maria meninggal bukan karena sakit atau pun penyakit. Tapi ia
meninggal karena tertabrak mobil tronton di arah jalan timbangan menuju
Indralaya dengan menggunakan motor. Belum sampai di rumah sakit, ia tidak
bernyawa karena organ dalam tubuhnya hancur.
Hatiku benar-benar pilu. Terdiam dan tak dapat berbuat apa-apa kecuali
hanya salat Gaib yang bisa kulakukan dan berdoa untuknya.
Bukan Cerita Cantik
Bukan cerita cantik
untuk diceritakan
Bukan hal menarik
untuk didengarkan
Berarak-arak dalam
duka
Duka mengagah
Bernanah
Hingga ke tanah merah
Malam hina berganti
pilu
Pilu hati kini
merintih
Rintih lirih menusuk
hati
Hati mereka mengharap
sedih
Anak mati tak kan
kembali
Doa dan tangis
menjerit ke langit
Mengharap Tuhan
memberi kemudahan
Melihat hidup begitu
sulit
Hanya ketabahan masih
bertahan
Bukan cerita cantik
untuk diceritakan
Bukan hal menarik
untuk kalian tertawakan
Bila hati direndung
pilu
Diri siapa kian tak
luluh
Kasih merana akan
tangisnya
Keluarga meronta akan
hilangnya
Masyarakat diam
karena ibanya
Semua kini tengah
berduka
Bukan cerita cantik
untuk diceritakan
Bukan hal menarik
untuk dipertanyakan
Ini realita kehidupan
Baik buruk di tangan
Tuhan
"SELESAI"
Karya: Ahmad Badarudin
2010112094
Tidak ada komentar:
Posting Komentar