Karya: Daruhiko Ahmad
Tari Bocah Hujan di Ujung Jalan
Hujan sangat bahagia
jatuh di ujung jalan basuhkan decak kaki
membahana langit mahamuram
Kecipak kaki menari-nari
tangan-tangan menabuh tubuh meski lesu
Mereka bocah
Puja guntur menyala-nyala
rayu telinga untuk terlena
sedikit senyum kecil
di lusuh baju menaut hati
tawarkan wadah bundar bertongkat
walau langit penuh kilat
Tubuh mulai berlabuh pada mobil di parkir
Tangan siap junjung tinggi tanpa kilah
bius tarik teriak tuju tuan tak bernama
mengikut jejak jalan kawal hingga tepian teduhan
Dapat seribuan juga recehan buat jajan
berlari kembali di ujung jalan
Bawa senyum kegundahan
Palembang, 7 Januari 2014
10.11 P.M.
Badar-siruru'kuru Kodok-khukhukhu Sang-Dewa jatuh di ujung jalan basuhkan decak kaki
membahana langit mahamuram
Kecipak kaki menari-nari
tangan-tangan menabuh tubuh meski lesu
Mereka bocah
Puja guntur menyala-nyala
rayu telinga untuk terlena
sedikit senyum kecil
di lusuh baju menaut hati
tawarkan wadah bundar bertongkat
walau langit penuh kilat
Tubuh mulai berlabuh pada mobil di parkir
Tangan siap junjung tinggi tanpa kilah
bius tarik teriak tuju tuan tak bernama
mengikut jejak jalan kawal hingga tepian teduhan
Dapat seribuan juga recehan buat jajan
berlari kembali di ujung jalan
Bawa senyum kegundahan
Palembang, 7 Januari 2014
10.11 P.M.