Selasa, 07 Januari 2014

PUISI MALAM : Tari Bocah Hujan di Ujung Jalan

Karya: Daruhiko Ahmad
 
Tari Bocah Hujan di Ujung Jalan


Hujan sangat bahagia
jatuh di ujung jalan basuhkan decak kaki
membahana langit mahamuram
Kecipak kaki menari-nari
tangan-tangan menabuh tubuh meski lesu

Mereka bocah

Puja guntur menyala-nyala
rayu telinga untuk terlena
sedikit senyum kecil
di lusuh baju menaut hati
tawarkan wadah bundar bertongkat
walau langit penuh kilat

Tubuh mulai berlabuh pada mobil di parkir
Tangan siap junjung tinggi tanpa kilah
bius tarik teriak tuju tuan tak bernama
mengikut jejak jalan kawal hingga tepian teduhan

Dapat seribuan juga recehan buat jajan
berlari kembali di ujung jalan
Bawa senyum kegundahan

Palembang, 7 Januari 2014
10.11 P.M.
Badar-siruru'kuru Kodok-khukhukhu Sang-Dewa

Senin, 06 Januari 2014

PUISI MALAM : Segitiga Terbang


Segita Terbang
Kolor bapak lari ke tetangga
terjepit di ujung seng berlereng
Melambai lembut bagai laut
balut kecut diam bergelut

Bu Ani pemilik rumah
bagai raksasa lengkingkan suara
Tawa Warga sembuhkan telinga
si pemilik tarik carik
rentang tongkat Sampai manjat

Jelma Angin bagai kesatria
Segita terbang hingga ke seberang
Bapak diam tekuk wajah
memasam kusam kelam
diam-diam kembali dalam
Pasang merah dengan bangga

Palembang, 6 Januari 2014
9.41 P.M.
Karya:  Daruhiko Ahmad (Badar-siruru'kuru Kodok-khukhukhu Sang-Dewa)