ANGIN MALAM
Aku merasakan kehilangan sesuatu
darimu
Namamu selalu terukir di
lubuk hati yang paling dalam
Terkadang benci,
terkadang rindu
Engkau membuat
hatiku hancur berkeping-keping
Dinginnya semilir angin malam
mengajakku berbincang-bincang
Ingin rasanya aku membuang
jauh-jauh masa lalu itu
Karya: Antedi
MELATI
Embun pagi yang menetes
Menyirami taman bunga hatiku ini
Engkau yang datang menebar janji
Lalu, pergi bersama angin di atas awan
Ingin rasanya aku mencabik-cabik hati ini
Aku melati yang layu
Karya: EMELIA
Asa
Sunyinya malam ini
Hanya menambah kepiluan hati
Kini aku sendiri
Berharap pada ilahi
Tuhan, aku bersimpuh menengadah kepada-Mu
Membuka jemari untuk memohon dan meminta
Masih sudikah Engkau menerima pintaku
Disaat kalbu sudah tak perdulikan asa
Aku seorang hamba yang selalu banyak pinta
Mengeluh, mengaduh, menafikkan segala nikmat
Kuratapi suratan ini dan tak kusyukuri berkah yang
kudapat
Jadikan aku sebagai hamba yang selalu taat dan
selamatkan aku dunia akhirat
Karya: PIPIN MERLITA
Memancing
Tuhan yang
mengerti
Dari
Segalanya
dan
Manusia yang
menikmati dengan indah dan damai
Di bumi mana pun
Karya: M. Alif
Goresan Pensil
Ku
melangkah tanpa arah
Ku
berjalan tanpa tujuan
Apa
ini,?
Apa
yang sedang kujalani?
Gedung,
meja, kursi begitu aneh bagiku
Ya..
semua itu sangat aneh
Ku
dihadapkan pada dunia
Dunia
yang tidak aku ketahui
Hari
ini
Sekarang
lagi-lagi aku dihadapkan
dengan
keanehan-keanehan itu
Aku
dihadapkan pada sebuah benda
Benda
itu
Buku
dan pensil
Bak melihat hantu, mengapa aku begitu
takut dengan benda itu?
Bagaikan
menelan duri
Betapa
sakitnya bila aku melihat
Ujung
pensil menancap dikeras putih itu
Sungguh
aku tidak ingin melihat terkoyaknya buku hanya karena subuah pensil
Hingga
setahun berlalu
Tidak
ada juga goresan dikertas itu
KARYA: DWI OKTA SARI
TEKAD
Mentari muncul, tersenyum dengan sipunya
Melangkah, yakinkan hati di ujung sanubari
Tersenyum, lihatlah di sekeliling tempat berpijak
Gersang, ramai, tak peduli sejuta kegiatan menanti.
Mentari mulai menyengat hingga terlelah
Cahayanya mulai meremang
Arloji pun ikut tersenyum dengan sejuta tingkah
Tapi aku tetap tersenyum dengan sejuta niat dan
tekad
Kejamnya dunia, tapi aku berlindung kepada-Nya
Sepi, takut dan mencekam
Akan tetapi, niat lebih besar dari kecekaman sunyi
di malam itu
Ku pejamkan mata, ku kepal tangan
Tekad itu mengalahkan ketakutan yang berujung
Ku sentuh hati, tenangkan detak jantung
Nadi pun kembali berdetak
Mereka, alasanku tuk melawan semua asa.
By Created:
Gusti Riani
Jalan
Awalnya diriku sendiri meratapi...
Satu jalan dalam sanubari...
Sekejap Mekar hati saat disadarkan waktu kini...
Terlukis sketsa bingkai wajah dirimu disisi...
Tak tersadar pupus sudah sumpah yang aku ucapkan sendiri...
Roman kebaikan mu membelai lubuk jantung ini...
Terjatuh bayangmu dalam labirin yang buta tanpa arah...
Meraba tiap keikhlasan hati yang penuh sedih...
Merasakan kesendirian waktu ku sendiri...
Hilang Kekecewaan menaggapi senyum iklas mu..
Dalam jangka jauh di siksa nafsuku...
Pikiran bersitegang dengan pergulatan batin...
Melangkahi sepi jalan di ujung nadi yang pergi..
Karya Herpian
Hilang
Separuh Jejak
J :
urang tak berdasar begitu menghantui
U :
capan selamat tinggal mengakhiri
B :
erakhir di sini tempatku mulai bermimpi
I :
ndah dengan sang bidadari hati
E :
ntah bagaimana hidupku selanjutnya, tapi,
K :
u takkan mati
A :
kukan tetap berdiri
R :
asa ini takkan terobati
A :
tau bahkan
M :
ati takkan mengobati
A :
ku ingin kau pergi jauh tak kembali
D :
an biarkan masa lalu menghilang dari hidup ini
O :
ohh,,
N :
ada-nada masa lalu bersegeralah kau pergi
A :
ku melawan hari, terus bermimpi, tak ada yang bisa
menghalangi
Sajak: JUBI EKA RAMADONA
Seuntai bahagia
Sosok
mungil terlihat lemah
Ini
bukan tanggungannya
Ketika
dipaksa memahami keadaan
Yang
setiap hari harus ia hadapi
Menangis meraungpun tak terhiraukan
Memilukan dan menyayat hati kecilnya
Entah dosa apa yang dilakukannya
Bermimpi pun rasanya tak sanggup
Rasa
marah benar tertanam di nuraninya
Gadis
itu sadar ini perbuatan terkutuk
Pencipta
sangat membencinya
Hingga
ego lah yang menyadarkannya
Ketidakberdayaannya memaksanya
Melupakannya begitu memilukan
Itu masa kelamku,
Lupakan-lupakan ini bukan milikmu
Karya :
@nonalia21
Tak seindah senyummu
lengkung di
langit
malam
inspirasi
beribu tahun menja
di dewa bermasa-ma
sa lengkung selepas ba
kaskara melanglang bu
ana penanda rindu sang
punggukmerana mengi
si malam penuh dahaga
lengkungnya memudar
tatkala bayang senyum
mu mengisi angan di
malam malam sepiku
kurang dari tiga ming
gu lagi kita akan berte
mu jika dia memang
ingin mempertemu
kan
kita
SAJAK : Meilinda
SAJAK : Meilinda
“Inisiatifku”
Gentar
hati dan jiwaku
Amarah
yang mengelora di dadaku
Yang
membuat tingginya keegoisanku
Akan memnggoyahkan cintamu
Tapi
Rasa
yang kurasakan tak lain karena cinta
Inisiatifku
karna aku sayang kamu
Menghujammu menanam kecemburuanku
Aku takut
Yang
kau rasa akan sirna
Akan musnah
Seiring berjalannya waktu
Aku
yakin kamu akan mengerti
Ragaku, Rasa ku, Marahku, Cemburuku
Inisiatif ku karena ku cinta kamu
Karya: Gayatri Mayasari
AI DAN IA
Seluruh nafasku terbang
Bayangkan ku menghilang
Semua tanpa mu teman
Semua waktu yang hilang
Dan semua musim terus berganti
Tetap bermain sobat
Merangkai mimpi dengan khayalku
Selalu bermimpi dengan hariku
Pernah kau lihat bintang
Bersinar putih penuh harapan
Tangan halusnya terbuka
Coba temani dan dekati aku
Selalu terangi gelap malamku
Yang melengkapi khayalmu
Kau terhenyak dan terbangunkan
Dan harapkan keajaiban datang hadir dipundakmu
Kau mencari letak masa lalu yang lepaskanmu
Sesali wajahmu merenta kisahmu terlupa
Kau sadari semua yang berjalan tlah tinggalkanmu
Dan tak dapat merangkai semua dekat di khayalmu
Karya : Prio Natulangi P.
MUTIARA
HIKMAH ”
Aku tanpamu bagai
tumbuhan yang tak berakar
Aku tanpamu bagai sumur
yang tak berair
Aku tanpamu bagai bumi
yang tak bercahaya
Dalam dekapmu, seakan menebarkan cinta dari keseluruhan
bumi
Cahaya yang menjulang untuk hati yang mencintai
Sejenak merenungi hidup
yang telah dilalui
Kau adalah inspirasi
hidupku…
Begitu banyak pengorbanan mu…
Begitu banyak penderitaan mu….
Begitu banyak air mata yang bercucuran dari bola matamu.
Love You Bunda.
By
: Insana
" Di Antara Dua"
di antara dua aku harus memilih
entah satu baik atau buruk
aku tak terasa berdiri diantara keduanya
dan aku menentukannya...
di antara dua, aku harus masuk
entah satu mudah atau sulit
aku tak bisa bergelut di antara keduanya
dan aku meratapinya....
di antara dua, aku harus berjuang
entah satu manis atau pahit
aku tak berhenti meraih satrunya
dan aku tak ingin kalah...
di antara dua aku harus memilih
entah satu baik atau buruk
aku tak terasa berdiri diantara keduanya
dan aku menentukannya...
di antara dua, aku harus masuk
entah satu mudah atau sulit
aku tak bisa bergelut di antara keduanya
dan aku meratapinya....
di antara dua, aku harus berjuang
entah satu manis atau pahit
aku tak berhenti meraih satrunya
dan aku tak ingin kalah...
Karya: Nani
Penghianat Cinta
di keheningan malam
aku teringat akan bayangmu
kau hadir membawa cinta
dengan senyum manis palsu
harus kuakui...
begitu sulit melupakanmu
menghapus cinta yang pernah ada
... dan membeku di dalam hati
tapi...
kau penghianat
bila waktu membawamu kembali
kau hanya racun dalam jiwaku
di keheningan malam
aku teringat akan bayangmu
kau hadir membawa cinta
dengan senyum manis palsu
harus kuakui...
begitu sulit melupakanmu
menghapus cinta yang pernah ada
... dan membeku di dalam hati
tapi...
kau penghianat
bila waktu membawamu kembali
kau hanya racun dalam jiwaku
Karya: Saliyah
ILUSI
Kau hadir pada
saat malam
Cahayamu indah
berkelipan
Seberkas cahaya
menyinari dunia
Kau sungguh elok
mempesona
Meskipun kau
kecil
Kau begitu indah
Berdampingan
dengan ribuan lainnya
Kau tak pernah
letih memandangi dunia
Bertukar tempat
dengan yang lain
Andai ku bisa
terbang
Ku ingin
menggapaimu
Ku tunjukkan
pada dunia keindahanmu
Itu hanya ilusi
ilusi
Pikiran yang
melayang
Terbang bersama
keinginan
Karya: Listiani
Sang Pendosa
Runtutan doa
terucap
Entah sudah
untuk yang keberapa kali
Tapi, meski aku
bersimpuh
Namun ku tahu
Oleh dosaku itu,
Lantunan
ampun yang terpapar
Ayat-ayat
suci-Mu ku ujarkan
Rasanya
masih belum cukup
Apakah
sejauh itu?lalu,
Seberapa
berat dosaku?
Ampuni
aku...
Ibamu
kupinta
Putus
sudah harapanku
Usahaku
sia-sia
Tak
tergerakkah sedikit rasa hatimu
Renungku
di setiap seperempat malam
Itulah hal yang mampu
kulakukan sekarang
Sajak: Retno Larasati P.
Hampa
Raut wajah pudar memucat pasi
Ingatan suram mulai menghantui
Aura surgapun tak tercium lagi
Kala hidup di dalam kegelapan
Udara pengap seakan mencekik mati
Rona kejam merasuk ke dalam jiwa
Nanar perih bisikan hati
Ini hidup bukan hidup sebenarnya
Angan-angan hanyalah angan biasa
Nyata dan khayalanpun sama saja
Ingin ku dengar nyanyian-nyanyian damai
Nyanyian surga nyanyian itu
Gemerlap malam tak ada lagi
Siang pun terlewati begitu saja
Ingin rasakan semuanya, namun
Hampa hidup dalam dunia nyata
Karya: Ria Kurnia Ningsih
Ketika
Disatukan
Semirik irama sepenggal
cerita
Rasa, senang dan bahagia
Ketika dua hati dipersatukan
Ada gelitik Tanya dari
sekempulan keluarga
Bercak-bercak kesinambungan
kata yang mengalir
Mungkin tak ada yang
diprotes
Karena dia adalah pilihan
terbaik
Baginya…
Baginya…
Memang aku pilihan
terbaiknya
Karena itulah aku
dipertemukannya
Bersama keluarganya
Karya
: Septia Kristi
KESEPIAN
Kini kuhanya bisa membayangkan,
membaca aksara yang kau rangkai penuh makna
tanpa sanggup ku menyapa
dan hanya bisa mengenangmu dalam duka
Kini kau telah pergi
tanpa kau peduli tentang perasaanku
kau pergi dengan kenangan indah
kau tinggalkan kenangan yang hayakan rapuh ditelan waktu,
dan sisa sisa usiaku
Haruskah air mata ini mengalir setiap waktu?
haruskah kuhentikan
detak jantung dan nadiku untuk merindukanmu?
dan haruskah nyawa ini terpisah dari ragaku karena cintamu?
mungkinkah ini semua telah menjadi suratan takdirku
Decak Kagum
Bagiku kehadiranmu adalah akhir dari kerisauan
hatiku
Bibirku seakan membeku
Tak mampu berucap kata
Saat melihat dirimu hadir didepan kedua bola mata
ini
Yang bermula dari sebuah decak kagum yang luar biasa
Hati
ini sering berkata
Mungkinkah??!
Mungkinkah
aku bisa menatap wajahmu
Mungkinkah
aku bisa berdua, melepaskan rasa kagum ini
Dan
mungkinkah aku bisa berfoto denganmu
Merekam
semuanya yang kita lakukan dalam sebuah memoriku
Wahai
idolaku (Afgan Syahreza)
Karya: Inneke Saras Tindi
Pemberi Nafas Baru
Kamu rubah semuanya
Kamu perjuangkan semuanya
Kamu bela semuanya
Kamu pimpin semuanya
Kamu benahi semuanya
Demi kaum mu
Demi kaum yang tertindas
Demi kaum yang lemah
Demi kaum yang dianggap remeh
Ialah kaum wanita
Yang selalu dianggap bawah
Tapi karena kamu
Karena titih peluhmu semuanya berubah
Ya kamu
Harum namamu
Besar jasamu
IBU KARTINI
Pemberi nafas baru
Nafas bagi kaum wanita
PUISI DARI
SEBUAH NAMA
T:
Tarikan napas terasa lepas
R:
Riuk aingin seakan menggetarkan jiwa yang berkelana
I:
Itukah, Diriku?
A:
Angan melayang hilang seakan tabuh
N:
Namun, sunyi berbisik kalbu yang sepi
J:
Jeritan sukmaku tak berhenti entah kapan
A:
Aku tahu semuanya tak kan menjadi sempurna dan berubah
R:
Rintihan tangis serta tawa mewarnai perjalanan yang gersang ini
S:
Sekejap aku memejamkan mata, merasakan apa yang menjadi hak ku
A:
Akankah semuanya berakhir tepat pada waktu nya
R:
Rumus kehidupan telah tergaris
I:
Ingin ku belai ragamu, sukmamu, aku tak mampu berkata, terjadi, kenyataan dua
insan tak dapat dipisahkan
Karya: Tri Anjar Sari
Karya: Tri Anjar Sari
SELEMBAR PUISI UNTUK
KEKASIH
Terpaku dalam
kegundahan hati
Terasa tak dapat ku
lawan dengan jari-jari
Tiada lagi tempat hari
yang terasa ada
Hanya lelah
Lelah yang ku
rasa……………
Andaikan waktu itu tak
terjadi
Mungkin hatiku takan
remuk seperti ini
Langkahku terhenti
dalam kelamnya malam
Mataku terhalang
jurang yang dalam
Pendengaranku
sayup-sayup tak menentu
Hatiku terombang
ambing dalam ombak kemarahan
Ragaku tak berkuasa
untuk berfungsi
Mungkin tiada lagi
yang dapat terjadi saat ini
Semangatku lemah
hatiku susah
Teringat malam itu
yang menyakitkan
Inikah kehidupan?
Kurasa semua bukan
seperti ini
Mungkin masih ada
titik terang
Yang akan menyinari
kegelapan hati
Memberi pujian untuk
diri sendiri
Meredamkan semua yang
ada saat ini
Hingga aku dapat kembali
ke kehidupan yang indah ini
Karya: Tassa Folanda
AROMA
CINTA
Saat daku mengamati
elok wajahmu
Indah terpancar
lembutnya cahaya
Terdapat di pelangi
bola matamu
Ingin aku membelai
halusnya pipimu
Lama aku melihat dirimu
Entah, perasaan pahit manis aku rasakan
Saat engkau menatap diriku
Tindakan diriku mulai risau
Ku ingin berbisik tentang perasaanku
Rasa aroma cinta mulai tumbuh
Itu semua karena aku melihatmu
Karya: Siti Lestari
SUPER
Karya
Era Tri Utami
Kau rangkai kata-kata
Tersusun makna indah
Jutaan barisan manusia
bergetar
Manakala suara itu
menyebar
Manakala gerakan mulai
mendekat
Kau umbar banyak pesan
Kau hancurkan pilu
tangisan
Seperti memberi energi
besar
Muda hingga tua
Membuka mata, membuka
jiwa
Menyatukan segala
pikiran
Wahai, pria parubaya !
Kau tampilkan proses
masa depan
Kau arahkan insan
intelektual
Supaya berguna bagi
kehidupan
*****************Terima Kasih Telah Membaca*****************
hahahahahahhhhh..
BalasHapusokehhhhhhh