Selasa, 05 November 2013

Cerita Harian : YAYA

 PROLOG 


Dia selalu berbohong padaku, ya meski pada awalnya aku tak mengetahui bahwa dia selalu berbohong. Dia selalu mengarang alasan apapun agar aku bisa percaya padanya, lalu aku diam dan tersenyum kembali. Aku paham. Kubiarkan. Sabar. Meski dalam hati aku seperti dijatuhi sebongkah meteor raksasa agar aku tetap diam dan percaya padanya. Ya, itulah aku. Selalu menunggu entah sampai kapan ia akan mengucapkan kejujuran padaku untuk mengatakan bahwa sebenarnya memang ia menyukaiku.

Ini hanyalah cerita cinta goblok. Tentang diriku yang selalu menunggu jawaban cinta darinya. Selalu berharap. Selalu ... dan selalu aku yang bertahan. Dengan senyuman bodoh. Memerhatikan gadis yang mungil, bermata bulat, berhidung mancung, dengan senyum manis, dan rambut sebahunya yang bergelombang. Dia selalu duduk di tempat itu. Di sebuah taman kecil, di bawah pohon momiji, kala musim gugur sedang mengembang. Daun momiji itu berguguran. Simponi sore memanjakan kesejukan. Aku terkesima. Dia tersenyum dengan buku puisi Tankanya yang selalu ia baca. Angin mencoba menerobos dan mendorongku agar aku bisa berkenalan dengannya. Dan berkata, "Bolehkah aku mengenalmu?"

Tapi...
Bukan itu yang kudapatkan. Dia menoleh, mendekatiku, lalu berkata, "Kau... ? Lelaki aneh..!" dengan ketus katanya. Saat ia mulai menyadari bahwa aku memerhatikannya dari kejauhan. Aku terdiam. Bengong. Lalu tertawa. Dalam hati berkata, gadis yang menarik.

Ia meninggalkanku. Sedikit menggerutu. Mukanya masam. Tapi lucu. Karena ia berjalan sambil menggaruk kepalanya.

^_^




Tidak ada komentar:

Posting Komentar